Media Global Indonesia — Presiden Prabowo Subianto sudah menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Perjanjian dagang ini melanjutkan negosiasi tarif resiprokal yang bergulir sejak pertengahan tahun lalu. Indonesia kini mendapat potongan tarif resiprokal dari awalnya 32% menjadi 19%.
Prabowo menekankan Indonesia masih punya daya tawar yang besar dalam perjanjian tersebut, tidak seperti yang dikhawatirkan banyak pihak bahwa AS yang lebih banyak diuntungkan dari perjanjian tersebut.
Prabowo menekankan dirinya akan mengutamakan kepentingan nasional Indonesia dalam berunding dengan AS, khususnya dengan Donald Trump. Dia menegaskan Indonesia tidak akan segan meninggalkan perjanjian yang sudah diteken apabila mengancam kepentingan nasional.
“Saudara harus percaya bahwa saya mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. Titik! Kalau saya menilai bahwa kepentingan nasional kita terancam oleh perjanjian apa pun, ya kita bisa tinggalkan,” sebut Prabowo dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang dilakukan beberapa waktu lalu, dikutip Selasa (24/3/2026).
Di sisi lain, Prabowo mengungkapkan Indonesia mendapatkan perilaku khusus yang tidak didapatkan oleh negara lain. Hal itu adalah kedua negara sepakat membentuk council atau majelis khusus untuk menangani sengketa ataupun perselisihan dari perjanjian dagang yang sudah diteken.
Sebelum sengketa dibawa ke pengadilan perdagangan internasional di World Trade Organization (WTO), masalah akan diselesaikan terlebih dahulu lewat majelis khusus tersebut.
“Dalam perjanjian kemarin, kita juga sepakat bahwa kalau ada hal-hal yang belum berkenan bagi kedua pihak atau bertabrakan dengan kepentingan kita, maka akan dibuat satu council, dan ini kalau nggak salah tidak ada di perjanjian negara-negara lain, di council itu akan kita selesaikan sebelum ke WTO. Ini khusus antara Indonesia dengan Amerika,” ungkap Prabowo.
Di sisi lain, Mahkamah Agung AS sudah membatalkan ketentuan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump. Aturan yang dipakai Trump untuk memungut tarif resiprokal dibatalkan, maka tarif yang sudah disepakati 19% dengan Indonesia bisa jadi batal.
Di sisi lain, Trump langsung mengeluarkan tarif baru lewat aturan Perdagangan tahun 1974. Paling pertama adalah aturan section 122 yang membuat pemerintah AS bisa mengeluarkan tarif 15%.
Prabowo bilang Indonesia akan bernegosiasi untuk mencari yang paling menguntungkan bagi kepentingan nasional. “Kita pasti akan cari yang untung dong,” tegasnya.
Prabowo menekankan dalam perjanjian dagang tarif resiprokal sebelumnya, Indonesia juga mengunci kesepakatan tarif nol persen untuk 1.819 produk ekspor unggulan. Kesepakatan ini akan dijaga pemerintah dalam meja negosiasi agar tidak berubah.
“Tapi menurut saya begini di perjanjian kita ada 1.819 komoditas kita yang nol,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menekankan sejauh ini dalam klausul perjanjian dagang dengan AS menyebutkan semua hukum yang berlaku di masing-masing negara akan menjadi acuan utama pada penerapan perdagangan di lapangan. Maka dari itu, segala regulasi yang melindungi pasar Indonesia ditegaskan akan tetap bisa digunakan.
“Di ART itu ada klausul itu bahwa yang dihormati itu adalah hukum yang berlaku di negara masing-masing,” pungkas Prabowo.


Leave a Reply