Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa kepada Korban Kecelakaan Kereta Api

Media Global Indonesia — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi maupun pemerintah kepada para korban kecelakaan antara kereta api jarak jauh Argo Bromo dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam.

Hal tersebut disampaikan Presiden usai menjenguk para korban yang saat ini dirawat di RSUD Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa pagi.

“Hari ini saya datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah,” ujar Presiden Prabowo, Selasa (28/4/2026).

Ia menyatakan pemerintah akan menginvestigasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut “Kami segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” kata Presiden Prabowo.

Diketahui, Presiden Prabowo menjenguk korban insiden kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo dengan gerbong Commuter Line (KRL) yang saat ini dirawat di RSUD Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa pagi.

Presiden Prabowo, yang mengenakan peci hitam dan atasan safari berwarna krem, tiba di RSUD Bekasi pukul 08.39 WIB. Kedatangan Presiden itu didampingi oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dan Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.

Di lokasi, kedatangan Presiden disambut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, dan pejabat daerah setempat.

Setibanya di RSUD Bekasi, Presiden Prabowo langsung memasuki ruang perawatan dan menemui korban. Momen Presiden menjenguk korban yang saat ini dirawat di RSUD Bekasi berlangsung tertutup.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyampaikan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta di Bekasi Timur, Jawa Barat, sebanyak 7 orang per Selasa pukul 06.30 WIB.

Dirut Bobby mengatakan selain korban meninggal, puluhan penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan, sementara sebanyak 3 korban masih terperangkap di dalam kereta.

“Meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang, dan yang ada masih terperangkap itu ada sekitar 3 orang yang terperangkap di dalam kereta,” ujar Dirut Bobby.

ANDA BERUNTUNG !

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *