Hadiri KTT BRICS di India, Ini Misi Strategis Presiden Prabowo Subianto

MEDIA GLOBAL INDONESIA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS yang diselenggarakan di Bharat Mandapam, New Delhi, India. Kunjungan kerja ini menandai langkah konkret Indonesia dalam memperkuat peran aktifnya dalam diplomasi multilateral dan menata ulang arsitektur ekonomi global yang lebih inklusif. 

Dalam sesi terbatas yang mengusung tema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan kolektif BRICS sangat besar karena mewakili setengah dari populasi umat manusia serta menguasai porsi signifikan dari perekonomian dan perdagangan dunia. Oleh karena itu, Prabowo membawa beberapa tujuan utama dalam lawatannya kali ini: 

1. Mendorong Ketahanan Pangan dan Transisi Energi

Indonesia secara konsisten menyuarakan pentingnya kolaborasi global dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dunia. Selain itu, Presiden Prabowo memanfaatkan forum ini untuk mempercepat agenda transisi energi menuju keberlanjutan hijau (transformasi hijau) guna menghadapi dampak nyata perubahan iklim. 

2. Memperkuat Suara Negara Berkembang (Global South)

Presiden Prabowo menegaskan bahwa besarnya kekuatan kolektif BRICS tidak boleh hanya berhenti di atas kertas atau menjadi komitmen simbolis semata. Tujuan utamanya adalah menerjemahkan kekuatan tersebut menjadi peluang nyata bagi masyarakat luas serta memberikan ruang bagi negara-negara berkembang (Global South) agar memiliki hak suara yang lebih kuat dalam menentukan masa depan ekonominya sendiri. 

3. Mengakses Pembiayaan Pembangunan Lewat New Development Bank (NDB)

Melalui partisipasi aktif ini, Indonesia membidik penguatan kerja sama keuangan internasional dan investasi infrastruktur. Salah satu instrumen penting yang didorong adalah optimalisasi pendanaan dari New Development Bank (NDB) milik BRICS untuk mendanai proyek-proyek strategis nasional, termasuk energi bersih dan pembangunan berkelanjutan. 

4. Menghidupkan Kembali Multilateralisme dan Tata Kelola Ekonomi yang Adil

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Indonesia memandang BRICS sebagai motor penggerak stabilitas dunia. Presiden Prabowo mengajak para pemimpin BRICS untuk membangun tatanan ekonomi yang seimbang, membuka akses pasar perdagangan yang lebih luas, serta memperkuat rantai pasok global (supply chain) yang lebih adil. 

Dalam kunjungan strategis ini, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Gubernur Bank Indonesia, Wakil Menteri Keuangan, serta Ketua Umum KADIN Indonesia. Kehadiran delegasi tingkat tinggi ini mempertegas komitmen penuh Indonesia untuk mengintegrasikan perekonomian nasional ke dalam jaringan kemitraan strategis baru demi kemakmuran bersama. 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *